Postingan

HUBUNGAN AGAMA DAN MASYARAKAT MENURUT KARL MARX

    HUBUNGAN AGAMA DAN MASYARAKAT MENURUT KARL MARX Dengan melihat pentingnya kondisi materil dimana individu harus menyesuaikan diri atas dasar ekonomi dalam arti kehidupan manusia sangat bergantung pada tersedianya sumber-sumber ekonomi untuk kelangsungan hidupnya, membuat Karl Marx memandang dasar ekonomi ini sebagai “infrastruktur” di atas mana “superstruktur” sosial dan budaya yang lainnya dibangun dan harus menyesuaikan diri dengannya. Bagi Marx, kunci guna memahami realita sosial tidak ditemukan dalam ide abstrak tapi dalam pabrik-pabrik atau tambang batu bara dimana para pekerja menjalankan tugas yang diluar batas kemanusiaan dan berbahaya, menghindarkan dari mata kelaparan; dalam kalangan penganggur untuk menemukan harga dirinya sebagai manusia yang untuk menjual tenaga mereka dipasaran ditentukan dari ketidak mampuan mereka dan ketegangan antara pemimpin kaum proletar dan perwakilan kaum kapitalis yang dominan. I.        ...

AGAMA DAN STRATIFIKASI SOSIAL

  TIPE-TIPE MASYARAKAT DAN AGAMA Di dalam seluruh masyarakat, orang membedakan antara masalah-masalah yang sakral dan yang sekuler. Di kalangan masyarakat ada yang menganggap yang sakral itu sebagai aspek dalam hampir semua tingkah-laku dan ada yang menganggap nilai-nilai manusiawi sebagai hal-hal yang bersifat sekuler dan dinilai bermanfaat dan diterima secara umum. Ada tiga tipe masyarakat. Tipe pertama adalah masyarakat di mana nilai-nilai yang sakral kuat sekali. Tipe ketiga adalah masyarakat di mana nilai-nilai sekuler sangat berpengaruh. Tipe kedua mencerminkan sejenis lingkungan di antara dua tipe lain tersebut. Ketiga tipe ini tidak menggambarkan tahap-tahap perkembangan historik yang sebenarnya, meskipun banyak tetapi jelas tidak seluruh masyarakat telah atau sedang melewati tahap-tahap ini atau tahap-tahap lain yang sejenis. Tipe Pertama: Masyarakat-Masyarakat yang Terbelakang Dan Nilai-Nilai Sakral.  

AGAMA DAN MASYARAKAT 2

  AGAMA DAN MASYARAKAT I.                    Definisi Agama Agama dipandang sebagai suatu institusi yang lain, yang mengemban tugas (fungsi) agar masyarakat berfungsi dengan baik, baik dalam lingkup lokal, regional, nasional maupun mondial. Pengalaman yang dijadikan landasan perumusan apa agama itu, mencakup lapangan yang cukup luas, bermula dari persoalan yang menyangkut kehidupan manusia sehari-hari hingga masalah yang mengatasi keperluan hidup sekarang ini yang tak terjangkau oleh “empiri” (pengalaman) atau yang “supra-empiris”. Dengan kata lain landasan perumusan itu ialah semua pengalaman yang menyangkut kebahagiaan manusia seutuhnya dan selengkapnya. Makhluk manusia dewasa ini telah memasuki zaman modern namun belum sanggup menjawab pertanyaan fundamental yang selalu mengganggunya. Mengapa ada penyakit? Mengapa saya harus mati? Mengapa terjadi bencana alam? Dengan kata lain, manus...

FUNGSI FUNGSI AGAMA DALAM MASYARAKAT

  FUNGSI-FUNGSI AGAMA  DALAM MASYARAKAT 1.         Agama dan Pendekatan Fungsional Istilah fungsi menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Dalam usaha menganalisa fungsi-fungsi sosial tingkah laku keagamaan, kita harus berhati-hati membedakan antara yang ingin dicapai oleh anggota-anggota suatu kelompok pemeluk tertentu dan akibat yang tidak dikehendaki dari tingkah laku mereka dalam kehidupan masyarakat. Tujuan-tujuan lain yang diakui oleh para anggota berbagai kelompok keagamaan itu berkaitan dengan kehidupan di dunia lain, masuk surga dan terhindar dari neraka, meringankan (beban) arwah di tempat penyuciaan dosa, dan memperoleh jaminan untuk berpindah ketingkat kehidupan yang paling tinggi. Tanpa berprasangka terhadap maksud-maksud para pemeluk agama tersebut, sarjana sosiologi berpendapat bahwa ...